Fungsi VPN

Fungsi VPN bagi perusahaan

Beberapa fungsi VPN bagi perusahaan antara lain sebagai berikut :

  1. Menghubungkan kantor-kantor cabang memalui jaringan public. Perusahaan menggunakan VPN, maka tidak perlu membangun jaringan sendiri. Perusahaan cukup terhubung dengan jaringan publik seperti internet. Sebab hampir semua kantor perusahaan pasti memilki akses internet. Dengan demikian bisa dihemat anggaran koneksi untuk ke cabang-cabang
  2. Mobile working. Perusahaan menggunakan VPN, maka pegawai dapat terhubung langsung dengan jaringan kantor secara private. Maka pegawai dapat melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan dari depan komputer tanpa harus berada di kantor. Hal ini menjadi solusi virtual office di zaman mobilitas tinggi seperti sekarang ini.
  3. Securing Network. Saat ini beberapa vendor seperti Telkom memberikan solusi APN untuk perusahaan-perusahaan. Namun solusi ini masih kurang aman, karena untuk terhubung tidak memerlukan authentikasi. Sehingga bila ada pengguna mengetahui setingan APN perusahaan tersebut maka dia dapat terhubung ke jaringan perusahaan tanpa harus login. Misalnya pada Telkomsel APN hanya dengan mengganti APN pada setinggan network maka dia dapat langsung terhubung dengan jaringan dengan nama APN tersebut. Dengan memasang VPN lagi di jaringan VPN semi publik tersebut maka jaringan akan lebih aman karena sebelum masuk ke jaringan kantor maka user harus membuat tunnel dulu dan login ke VPN server baru bisa terhubung dengan jaringan kantor.
  4. Mengamankan jaringan wireless. Jaringan wireless merupakan jaringan publik yang dapat diakses oleh siapa saja yang berada dijangkauan wireless tersebut. Walaupun wireless juga memilki pengamanan seperti WEP, WPA dan WPA2 namun masih saja bisa ditembus. Dengan menggunakan VPN maka user yang terhubung ke wireless harus membuat tunnel dulu dengan login ke VPN server baru bisa menggunakan resource jaringan seperti mengakses internet dan lain sebagainya.

Fungsi VPN secara umum

Beberapa fungsi utama VPN secara umum antara lain :

  1. Confidentially (Kerahasiaan). Dengan digunakannnya jaringan publik yang rawan pencurian data, maka teknologi VPN menggunakan sistem kerja dengan cara mengenkripsi semua data yang lewat melauinya. Dengan adanya teknologi enkripsi tersebut, maka kerahasiaan data dapat lebih terjaga. Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak. Dengan menerapkan sistem enkripsi ini, tidak ada satupun orang yang dapat mengakses dan membaca isi jaringan data dengan mudah.
  2. Data Intergrity (Keutuhan Data). Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.
  3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber). Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.

Leave a Comment