Studi Kasus Routing Menggunakan Cisco Packet Tracer

Pak Darul adalah pegawai SMK. Suatu hari Pak Darul ingin sharing file kepada Pak Djoko. Namun Pak Djoko berada pada jaringan yang berbeda dengan Pak Darul. Bagaimana supaya Pak Darul dan Pak Djoko bisa sharing file pada jaringan yang berbeda ?

Topologi jaringan di SMK adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Topologi Jaringan SMKN 1 Panggungrejo

Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, akan dilakukan Routing Static pada jaringan diatas. Rute Statis adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.

Berdasarkan gambar topologi diatas, skenario pengiriman data dari komputer Pak Darul ke komputer Pak Djoko adalah sebagai berikut:

  1. Komputer Pak Darul (192.168.0.2) ingin mengirim data ke komputer Pak Djoko (192.168.1.2), menyadari bahwa alamat tujuan tidak berada pada jaringan lokal, maka komputer mencari daftar “Default Gateway” pada property TCP/IP yaitu 172.16.0.1. Paket data kemudian dikirim ke gateway tersebut.
  2. Setelah sampai gateway, paket data tersebut diperiksa dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 192.168.1.0 lewat IP 172.16.0.2
  3. Lewat IP 192.168.1.1 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu 192.168.1.2 (Komputer Pak Djoko)

Langkah-Langkah penyelesaian permasalahan diatas menggunakan metode routing static adalah sebagai berikut:

Pertama, Memberikan IP, Subnet mask dan gateway pada masing-masing PC

Gambar 2. Komputer Pak Darul
Gambar 3. Komputer Pak Djoko

Kedua, Memberikan IP addres pada masing-masing router dengan command CLI

Konfigurasi Router TU SMK

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.248
Router(config-if)#noshutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#interface serial2/0
Router(config-if)#ip address 172.16.0.1 255.255.255.252
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#noshutdown
Rouetr(config-if)#exit
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.248 172.16.0.2
Router(config)#exit

Konfigurasi Router Otomotif SMK

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.248
Router(config-if)#noshutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#interface serial2/0
Router(config-if)#ip address 172.16.0.2 255.255.255.252
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#noshutdown
Rouetr(config-if)#exit
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.255.248 172.16.0.1
Router(config)#exit

Melakukan pengecekan transfer data, dengan hasil seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4. Hasil Pengujian

Hasil pengiriman data menunjukkan Successful yang berarti data telah terkirim dari komputer Pak Darul menuju komputer Pak Djoko.

Kesimpulan dari kasus diatas adalah kita dapat melakukan pengiriman data pada jaringan yang berbeda dengan menggunakan metode routing static. Routing adalah proses meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lain melalui sebuah internetwork. Rute Statis adalah Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbaharui rute statik secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork) dengan memasukkan tabel routing secara manual.

2 thoughts on “Studi Kasus Routing Menggunakan Cisco Packet Tracer”

Leave a Comment