Tutorial Konfigurasi DNS Server pada Debian 10

Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:

IP Address 192.168.100.1
Domain www.pakfaisal.com

Instalasi bind9

bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

apt-get install bind9 dnsutils bind9utils

Konfigurasi bind9

Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

  1. /etc/bind/named.conf.options
  2. /etc/bind/named.conf.local
  3. file forward
  4. file reverse
  5. /etc/resolv.conf

Membuat Zone Domain

Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian. Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain TLD tersebut, contohnya di Indonesia adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).

Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

nano /etc/bind/named.conf.options

Kemudian tambahkan script di bawah ini.

nano /etc/bind/named.conf.local

Kemudian tambahkan script dibawah ini.

Membuat File Forward

File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.

cd /etc/bind/
cp db.local db.pakfaisal
nano db.pakfaisal

Lakukan konfigurasi menjadi seperti gambar dibawah !

Membuat File Reverse

Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS. Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat www.pakfaisal.com.

cd /etc/bind/
cp db.127 db.192
nano db.192

Lakukan konfigurasi menjadi seperti gambar dibawah !

Menambah dns-name-server

Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.

nano /etc/resolv.conf

Lakukan konfigurasi menjadi seperti gambar dibawah !

Resert Service DNS Server

Setelah selesai melakukan konfigurasi , kita harus melakukan restart pada service bind9. Hal ini dilakukan supaya seluruh service dapat berjalan maksimal.

systemctl resert bind9
named-checkconf

Pengujian DNS Server

Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

nslookup pakfaisal.com

Apabila konfigurasi sudah benar, maka akan muncul seperti gambar dibawah

nslookup 192.168.100.1

Apabila konfigurasi sudah benar, maka akan muncul seperti gambar dibawah

Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10 Buster telah berhasil dilakukan, semoga tutorial konfigurasi DNS Server ini dapat membantu. Trimakasih

Kerjakan tugas dibawah ini !

Buatlah kesimpulan dari materi DNS Server diatas !

105 thoughts on “Tutorial Konfigurasi DNS Server pada Debian 10”

  1. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
    Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
    Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

  2. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  3. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  4. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  5. kesimpulan dari materi konfigurasi dns server pada debian 10 buster adalah, bahwa untuk melakukan konfigurasi harus di lakukan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DSN yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik .kurang lebih seperti itu

  6. kesimpulan dari materi konfigurasi dns server pada debian 10 buster adalah, bahwa untuk melakukan konfigurasi harus di lakukan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DSN yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik

  7. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  8. Domain Name Server atau DNS adalah sistem yang menghubungkan Uniform Resource Locator (URL) dengan Alamat Protokol Internet (Alamat IP).Normalnya, untuk mengakses internet, Anda perlu mengetikkan alamat IP suatu situs web. Cara ini cukup merepotkan. Penyebab, ini artinya, Anda harus memiliki daftar lengkap Alamat IP situs web yang dikunjungi dan memasukkannya secara manual.
    DNS adalah sistem yang meringkas pekerjaan ini untuk Anda. Kini, Anda tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya di dalam bilah alamat . DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam Alamat IP yang komputer pahami.

  9. Kesimpulan dari materi Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster adalah bahwa untuk melakukan konfigurasi harus dilakukan dengan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DNS yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik.Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf

  10. Kesimpulan dari materi Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster adalah bahwa untuk melakukan konfigurasi harus dilakukan dengan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DNS yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik.

    Reply

  11. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.

  12. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  13. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Kesimpulannya Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  14. Dengan adanya DNS Server memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  15. DNS adalah sebuah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Tanpa DNS, kita harus mengetikkan IP Address secara lengkap ketika ingin mengunjungi sebuah website.

  16. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  17. DNS atau Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Kesimpulannya Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  18. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

    apt-get install bind9 dnsutils bind9utils
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address.
    maka akan muncul website dari server Debian.

    cd /etc/bind/
    cp db.local db.pakfaisal
    nano db.pakfaisal
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita. nano /etc/resolv.conf
    Setelah selesai melakukan konfigurasi , kita harus melakukan restart pada service bind9.
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

    nslookup pakfaisal.com
    Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10 Buster telah berhasil dilakukan.

  19. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

    Reply

  20. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.cara kerja DNS server:
    Cara kerja:
    DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
    DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
    DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
    Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
    Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
    Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

  21. Kesimpulan DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names

  22. Dns adalah sebuah metode yang memudahkan kita untuk mengingat suatu komputer, Dengan adanya Dns kita bisa mengakses server debian menggunakan nama Domainnya saja tanpa menggunakan IP address komputer tersebut.
    Bind9 adalah salah satu dari aplikasi Linux yang sangat populer karena konfigurasi nya yang tergolong mudah dimengerti untuk Pemula.

  23. Kesimpulan dari materi Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster adalah bahwa untuk melakukan konfigurasi harus dilakukan dengan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DNS yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik.

  24. Kesimpulan dari materi Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster adalah bahwa untuk melakukan konfigurasi harus dilakukan dengan sangat teliti karena kesalahan sedikit saja maka mengakibatkan DNS yang kita buat tidak dapat berfungsi dengan baik.

  25. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

    apt-get install bind9 dnsutils bind9utils
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address.
    maka akan muncul website dari server Debian.

    cd /etc/bind/
    cp db.local db.pakfaisal
    nano db.pakfaisal
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita. nano /etc/resolv.conf
    Setelah selesai melakukan konfigurasi , kita harus melakukan restart pada service bind9.
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

    nslookup pakfaisal.com
    Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10 Buster telah berhasil dilakukan, semoga tutorial konfigurasi DNS Server ini dapat membantu. Trimakasih

  26. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.dellapuspita.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  27. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal. Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    1. /etc/bind/named.conf.options
    2. /etc/bind/named.conf.local
    3. file forward
    4. file reverse
    5. /etc/resolv.conf

  28. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  29. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  30. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

    apt-get install bind9 dnsutils bind9utils
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain

    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian.
    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    Membuat File Forward

    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address.
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS.
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.

    nano /etc/resolv.conf
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

    nslookup pakfaisal.com

    Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10 Buster telah berhasil dilakukan, semoga tutorial konfigurasi DNS Server ini dapat membantu. Trimakasih

  31. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal.

  32. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  33. Pengertian dan Fungsi DNS Server. DNS server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. … Lalu, untuk dapat menggunakan Server DNS, Anda harus memasukkan alamatnya dari server tersebut dalam pengaturan IP address di komputer.

    DNS server berfungsi sebagai sebuah database server yang menyimpan alamat IP, yang digunakan untuk penamaan sebuah hostname. Jadi, ketika Anda mengetik google.com maka DNS server akan menerjemahkan ke alamat IP dan menghubungkan ke google.com akhirnya tampil google.com pada layar pencarian.

    Setelah mengetahui fungsi DNS server, selanjutnya Anda harus tahu proses resolusi DNS yang melibatkan pengubahan hostname menjadi alamat IP yang ramah komputer. Alamat IP diberikan untuk setiap perangkat di internet, dan alamat tersebut diperlukan unutk menemukan perangkat internet yang sesuai.

    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya

  34. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf

  35. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  36. Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
    DNS adalah (Domain Name System) yang juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringan Internet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet address untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.
    Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hierarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.
    DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Sekedar informasi, Domain Name / nama domain adalah salah satu komponen penting dari fungsi Internet yang sering kita gunakan ini.

  37. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  38. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf

  39. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf

  40. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya

  41. kesimpulannya bahwa DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di internet DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke internet seperti web browser atau E-mail dimana DNS membantu menerjemahkan host name sebuah komputer ke IP address . Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address. pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS) . Name server akan menerima permintaan dan menerjemahkan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokkan secara hirari yang terbaik dan terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.

  42. Kesimpulan saya adalah domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.

  43. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.
    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:
    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    Instalasi bind9
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain
    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian.
    Membuat File Forward
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.
    Membuat File Reverse
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS. Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat http://www.pakfaisal.com.
    Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    Resert Service DNS Server
    Setelah selesai melakukan konfigurasi , kita harus melakukan restart pada service bind9. Hal ini dilakukan supaya seluruh service dapat berjalan maksimal.
    Pengujian DNS Server
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

  44. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic)ataupun sebaliknya Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

  45. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa  mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

  46. Kesimpulan saya,Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Fungsinya untuk menyimpan semua IP Address yg digunakan dalam hostname.Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.
    Langkah-langkah konfigurasi DNS server:
    1. Instalasi bind9
    2. Konfigurasi bind9
    3. Membuat Zone Domain
    4. Membuat File Forward
    5. Membuat File Reverse
    6. Menambah dns-name-server
    7. Resert Service DNS Server
    8. Pengujian DNS

  47. Kesimpulan :
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  48. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf

  49. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.
    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:
    IP Address : 192.168.100.1
    Domain : http://www.pakfaisal.com

    Langkah Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster :

    A. Instalasi bind9
    ( apt-get install bind9 dnsutils bind9utils )

    B. Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server :
    1. /etc/bind/named.conf.options
    2. /etc/bind/named.conf.local
    3. file forward
    4. file reverse
    5. /etc/resolv.conf

    1. Membuat Zone Domain
    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file ( named.conf.options dan named.conf.local. )
    ( nano /etc/bind/named.conf.options )
    Kemudian tambahkan script di bawah ini.
    forwarders {
    192.168.100.1;
    };
    nano /etc/bind/named.conf.local
    Kemudian tambahkan script dibawah ini.
    zone “pakfaisal.com” {
    type master;
    file “/etc/bind/db.pakfaisal”;
    };
    zone “100.168.192.in-addr.arpa” {
    type master;
    file “/etc/bind/db.192”;
    };

    2. Membuat File Forward
    – ( cd /etc/bind/ )
    – ( cp db.local db.pakfaisal )
    – ( nano db.pakfaisal )
    Lakukan konfigurasi

    3. Membuat File Reverse
    – ( cd /etc/bind/ )
    – ( cp db.127 db.192 )
    – ( nano db.192 )
    Lakukan konfigurasi

    4. Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    ( nano /etc/resolv.conf )
    Lakukan konfigurasi
    search pakfaisal.com
    nameserver 192.168.100.1

    5. Resert Service DNS Server
    Setelah selesai melakukan konfigurasi, lakukan restart pada service bind9. Hal ini dilakukan supaya seluruh service dapat berjalan maksimal.
    – ( systemctl resert bind9 )
    – ( named-checkconf )

    6. Pengujian DNS Server
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.
    – ( nslookup pakfaisal.com )
    – ( nslookup 192.168.100.1 )

  50. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. 
    Langkah-langkah konfigurasi DNS server:
    1. Instalasi bind9
    2. Konfigurasi bind9
    3. Membuat Zone Domain
    4. Membuat File Forward
    5. Membuat File Reverse
    6. Menambah dns-name-server
    7. Resert Service DNS Server
    8. Pengujian DNS Server

  51. Menurut saya Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.

  52. Kesumpulan Saya,
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.
    Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian hanya dengan mengakses nama Domain-nya.
    Langkah-langkah konfigurasi DNS server:
    1. Instalasi bind9
    2. Konfigurasi bind9
    3. Membuat Zone Domain
    4. Membuat File Forward
    5. Membuat File Reverse
    6. Menambah dns-name-server
    7. Resert Service DNS Server
    8. Pengujian DNS Server

  53. Jadi dapat disimpulkan bahwa DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu menerjemahkan host name sebuah komputer ke IP address.Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan menerjemahkan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names

  54. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  55. Kesimpulan menurut saya
    DNS adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.DNS berfungsi untuk menyelesaikan permintaan untuk nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer.

  56. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.
    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:
    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    Instalasi bind9
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain
    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian.
    Membuat File Forward
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.
    Membuat File Reverse
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS. Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat http://www.pakfaisal.com.
    Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    Resert Service DNS Server
    Setelah selesai melakukan konfigurasi , kita harus melakukan restart pada service bind9. Hal ini dilakukan supaya seluruh service dapat berjalan maksimal.
    Pengujian DNS Server
    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

  57. Kesimpulan saya :

    Jadi DNS ini di gunakan untuk menterjemahkan alamat IP ke domain dan sebaliknya dari domain ke alamat IP.

    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf

  58. Cara Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster

    Domain name system adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer kedalam suatu nama domain (Alphabetik). Dengan adanya DNS server,kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama domainnya,tanpa mengingat ip address dari komputer tersebut.
    Instalasi bind9 adalah salah satu aplikasi linux yg sangat populer sbg DNS server. Langkah instalasi bind9 pada debian 10 adalah mengetikkan perintah berikut :
    apt-get install bin9 dnsutils bind9utils

    Berikut file file penting yang akan dikonfigurasi dalam DNS server:
    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf
    *Membuat zone domain
    Bagian ini adalah hal terpenting yaitu mentukan nama untuk domain dari server debian.
    *Membuat file forward
    Berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi ip address.
    *Membuat file reverse
    Berfungsi untuk konversi ip address menjadi DNS
    *Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server debian tersebut pada file resolv.conf
    nano /etc/resolv.conf
    *Resert service DNS Server
    Setelah melakukan konfigurasi,kita harus melakukan restart pada service bind9 supaya seluruh service dpt berjalan maksimal.
    *Pengujian DNS Server
    Dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer klien.

  59. *Cara Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer.
    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:

    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    Instalasi bind9

    *bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

    *Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut:

    A. apt-get install bind9 dnsutils
    b. bind9utils
    C. Konfigurasi bind9

    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain

    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian.
    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    Kemudian tambahkan script di bawah ini.

    nano /etc/bind/named.conf.local
    Kemudian tambahkan script dibawah ini.

    Membuat File Forward

    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.

    cd /etc/bind/
    cp db.local db.pakfaisal
    nano db.pakfaisal

    *Membuat File Reverse
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS.Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat http://www.pakfaisal.com.

    cd /etc/bind/
    cp db.127 db.192
    nano db.192
    Menambah dns-name-server

    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.

    nano /etc/resolv.conf
    Pengujian DNS Server

    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.

    nslookup pakfaisal.com
    Apabila konfigurasi sudah benar, maka akan muncul seperti gambar dibawah.
    nslookup 192.168.100.1

  60. Menurut kesimpulan saya‼
    Sebelum melakukan konfigurasi harus dilakukan dengan teliti karena sedikit kesalahan mampu membuat DNS yang dibuat tdak dapat berfungsi dengan baik.

  61. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  62. Kesimpulan saya Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.

  63. Kesimpulan DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu menerjemahkan host name sebuah komputer ke IP address.Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan menerjemahkan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names

  64. Hostinger Tutorial

    Halaman utamaGlosarium
    Nadia Agatha pada DNSGlosarium
    Apa Itu DNS? Bagaimana Cara Kerja DNS?

    banner artikel apa itu dns
    Domain Name System atau DNS adalah sebuah sistem yang memungkinkan manusia dan komputer untuk berkomunikasi secara lebih mudah. Manusia menggunakan nama, komputer menggunakan angka, dan DNS berada di antara mereka untuk menyesuaikan nama dengan angka dalam daftar tertentu. Kita bisa mengambil contoh aplikasi Kontak pada ponsel pintar atau smartphone.

    Pada dasarnya, DNS adalah sistem tentang database terdistribusi di dalam jaringan dengan fungsi dasar mengubah permintaan hostname tertentu kepada nomor IP spesifik yang dimengerti komputer. Informasi tersebut disimpan di dalam sebuah direktori yang berada di dalam server nama domain

  65. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.  Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

    konfigurasi dalam DNS Server;

    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf

    Pengujian DNS Server

    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.
    Contoh:
    nslookup pakfaisal.com

  66. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic)ataupun sebaliknya Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

  67. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.

    konfigurasi dalam DNS Server;

    1./etc/bind/named.conf.options
    2./etc/bind/named.conf.local
    3.file forward
    4.file reverse
    5./etc/resolv.conf

    Pengujian DNS Server

    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.
    Contoh:
    nslookup pakfaisal.com

  68. Domain Name System (DNS) adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Lalu, untuk dapat menggunakan Server DNS, Anda harus memasukkan alamatnya dari server tersebut dalam pengaturan IP address di komputer. DNS biasanya digunakan untuk menyelesaikan permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia.
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf

  69. Cara Konfigurasi DNS Server di Debian 10

    Domain Name System adalah sistem yg bertugas untuk menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Fungsinya untuk menyimpan semua IP Address yg digunakan dalam hostname.
    Langkah-langkahnya:
    1. Instalasi bind9
    2. Konfigurasi bind9
    3. Membuat Zone Domain
    4. Membuat File Forward
    5. Membuat File Reverse
    6. Menambah dns-name-server
    7. Resert Service DNS Server
    8. Pengujian DNS Server

  70. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address suatu komputer ke dalam suatu nama domain ataupun sebaliknya. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    bind9 adalah aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS server karena konfigurasinya mudah dimengerti.

  71. Cara Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  72. Dengan adanya domain name sytem (DNS)memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.

  73. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.
    Bind9 Adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya

  74. CARA KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 10 BUSTER
    »-Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.
    -Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:

    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    »Instalasi bind9
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya.
    Contoh : (apt-get install bind9 dnsutils)
    »Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    1/etc/bind/named.conf.options
    2/etc/bind/named.conf.local
    3file forward
    4file reverse
    5/etc/resolv.conf
    »-Membuat Zone Domain
    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian.Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain TLD tersebut, contohnya di Indonesia adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).

    -Edit dan tambahkan konfigurasi
    untuk forward dan reverse, pada
    file named.conf.options dan
    named.conf.local.
    »Cara Konfigurasi DNS Server pada 10 Buster
    by Faisal Akhmad Yuli Andika
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:

    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    Instalasi bind9
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

    apt-get install bind9 dnsutils bind9utils
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain
    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian. Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain TLD tersebut, contohnya di Indonesia adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).

    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    Kemudian tambahkan script di bawah ini.

    nano /etc/bind/named.conf.local
    Kemudian tambahkan script dibawah ini.

    Membuat File Forward
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.
    cd /etc/bind/
    cp db.local db.pakfaisal
    nano db.pakfaisal
    »Faisal Akhmad’s Blog Pilih Menu
    Cara Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 Buster
    by Faisal Akhmad Yuli Andika
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

    Pada tutorial konfigurasi DNS Server pada Debian 10 ini, akan digunakan konfigurasi IP Address sebagai berikut:

    IP Address 192.168.100.1
    Domain http://www.pakfaisal.com
    Instalasi bind9
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. Selain itu, dalam konfigurasinya pun cukup mudah dimengerti, khususnya bagi pemula awal. Langkah instalasi bind9 pada Debian 10 adalah dengan mengetikkan perintah berikut

    apt-get install bind9 dnsutils bind9utils
    Konfigurasi bind9
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain
    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian. Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain TLD tersebut, contohnya di Indonesia adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).

    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options
    Kemudian tambahkan script di bawah ini.

    nano /etc/bind/named.conf.local
    Kemudian tambahkan script dibawah ini.

    Membuat File Forward
    File forward berfungsi untuk konversi dari DNS menjadi IP Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.pakfaisal.com melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server Debian.

    cd /etc/bind/
    cp db.local db.pakfaisal
    nano db.pakfaisal
    Lakukan konfigurasi menjadi seperti gambar dibawah !

    Membuat File Reverse
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS. Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat http://www.pakfaisal.com.
    cd /etc/bind/
    cp db.127 db.192
    nano db.192
    »Membuat File Reverse
    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address menjadi DNS. Misalnya jika kita mengetikan IP Address http://192.168.100.1 pada Web Browser, secara otomatis akan redirect ke alamat http://www.pakfaisal.com.
    cd /etc/bind/
    cp db.127 db.192
    nano db.192
    »Menambah dns-name-server
    Tambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer kita.
    (nano /etc/resolv.conf)
    »Pengujian DNS Server

    Pengujian dilakukan dengan menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer Klien.
    nslookup pakfaisal.com

  75. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya , tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10

  76. Kesimpulan DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names

  77. Saya menyimpulkan bahwa dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  78. Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    /etc/bind/named.conf.options
    /etc/bind/named.conf.local
    file forward
    file reverse
    /etc/resolv.conf
    Membuat Zone Domain

    Bagian ini adalah yang terpenting, kita akan menentukan nama untuk Domain dari server Debian. Kita boleh membuat Zone Domain menggunakan TLD (Top Level Domain) hanya pada jaringan lokal (Tanpa Koneksi Internet). Karena sudah ada organisasi yang khusus mengatur domain TLD tersebut, contohnya di Indonesia adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).

    Edit dan tambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse, pada file named.conf.options dan named.conf.local.

    nano /etc/bind/named.conf.options.

  79. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

  80. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.

  81. Jadi DNS ini di gunakan untuk menterjemahkan alamat IP ke domain dan sebaliknya dari domain ke alamat IP
    kita bisa memanfaatkan DNS server ini agar kita tidak perlu mengingat – ingat semua ip address yang digunakan di server

  82. Domain Name System (DNS) adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.
    Konfigurasi linux sangat populer linux pada konfigurasi DNS.

  83. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;
    1:/etc/bind/named.conf.options
    2:/etc/bind/named.conf.local
    3:file forward
    4:file reverse
    5:/etc/resolv.conf

  84. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Misalnya, server Debian memiliki IP Address 192.151.143.87, namun pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut.
    Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    1:/etc/bind/named.conf.options
    2:/etc/bind/named.conf.local
    3:file forward
    4:file reverse
    5:/etc/resolv.conf

  85. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan).

  86. Berdasarkan materi di atas memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server debian tersebut hanya dengan mengakses nama domain nya tanpa mengingat ip addres nya

  87. Konfigurasi file forward yang digunakan untuk menerjemahkan dari dns ke ip address itu sangat wajib dibuat. Walaupun konfigurasi file reverse yang digunakan untuk konversi ip address ke dns itu bersifat optional tetapi alangkah baiknya kita mengkonfigurasi file tersebut. DNS slave berfungsi untuk menjadi cadangan ketika DNS master rusak.

    Manfaat dns master adalah memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya sedangkan dns slave adalah sebagai backup dari primary server, apabila primary server crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya.

  88. 1. Untuk mengetahui konfigurasi DNS pada debian 10.
    Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut. pada umumnya orang tidak akan mudah mengingat IP Address dalam bentuk numerik tersebut. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    2. Untuk mengetahui langkah instalasi konfigurasi DNS pada debian 10 adalah sbb:
    – konfigurasi bind9
    – membuat zone domain
    – membuat file forward
    – membuat file reverse
    – menambah DNS name server
    – reset service dns server
    – pengujian dns server

  89. Dari materi tersebut dapat disimpulkan DNS (Domain Name System) Server pada debian 10 Buster merupakan salah satu metode yang sangat membantu kita sebagai pemula dalam mengoversikan/ mengakses Ip address yang biasanya berupa numerik ( angka) dapat diingat dengan mudah menggunakan nama domain yaitu dengan cara mengetikkan NAMA DOMAIN pada situs debian tanpa harus membuka catatan kita sebelumnya,serta dari materi ini kami juga bisa lebih mudah memahaminya karena sudah dilengkapi gambar dan langkah-langkahnya, terimakasih.

  90. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan adanya sistem tersebut, memudahkan kita dalam mengingat komputer tersebut.

  91. Menurut kesimpulan saya, Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonvensikan ip address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Adanya sisitem tersebut mempermudahkan kita untuk mengingat komputer tersebut dan kita bisa mengakses halaman situs dari server debian tersebut hanya dengan mengakses nama domain nya. Salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS server dan hampir semua distro linux menggunakan nya adalah bind9.
    Cara konfigurasi bind9
    1. Membuat zone domain(boleh membuat zone domain menggunakan TLD hanya pada jaringan lokal)
    2. Membuat file forward
    3. Membuat file reverse
    4. Menambah dns-name-server
    5. Resert sevice DNS server
    6. Pengujian dns server.

  92. DNS (Domain Name System) adalah suatu metode atau sistem untuk mengkonversikan IP Address(numerik) pada suatu komputer yang bertujuan untuk memudahkan kita dalam mengingat komputer tsb. Pada konfigurasi DNS dibuat pada Debian 10 yang menggunakan konfigurasi IP Address melalui Aplikasi BIND 9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9). Dengan proses kerja nya yaitu dengan membuat zone domain(menentukan nama untuk domain dari server Debian), kemudian membuat file forward(untuk konversi dari DNS menjadi Ip address) dan pembuatan file Reverse(untuk konversi Ip address menjadi DNS). Yang selanjutnya kita meresets serta pengujian DNS server apakah sudah berjalan secara maksimal atau belum.

  93. DNS adalah pendistribusian sistem database yang digunakan untuk mencari NAMA komputer pada jaringan internet yang memakai TCP/IP.
    kita bisa memanfaatkan DNS server ini agar kita tidak perlu mengingat – ingat semua ip address yang digunakan di server.
    Jadi DNS ini di gunakan untuk menterjemahkan alamat IP ke domain dan sebaliknya dari domain ke alamat IP

  94. Dengan adanya Domain Name System memudahkan kita untuk mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya tanpa mengigat Ip Address dari komputer tersebut.
    Konfigurasi DNS Server menggunakan bind9 pada sistem operasi Debian 10 Buster:
    1. Instalasi bind9
    2. Konfigurasi bind9
    3. Membuat zone domain
    4. Membuat file forward
    5. Membuat file reverse
    6. Menambah dns-name-server
    7. Resert Service DNS Server
    8. Pengujian DNS Server Menggunakan perintah nslookup dari komputer localhost atau dari komputer klien.

  95. Kesimpulan dan Fungsi DNS Server. DNS server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. Contohnya, saat Anda ingin mengakses twitter.com. … Selanjutnya alamat dari router tersebut bisa Anda gunakan sebagai DNS di komputer,

  96. Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address suatu komputer ke dalam suatu nama domain ataupun sebaliknya. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.
    bind9 adalah aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS server karena konfigurasinya mudah dimengerti.

  97. Dengan adanya DNS server,kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama domainnya (www.ramadhana.com) tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut

  98. Kesimpulan dari materi DNS Server:
    Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya.
    bind9 (Berkeley Internet Name Domain versi 9) adalah salah satu aplikasi linux yang sangat populer sebagai DNS Server, dan hampir semua distro linux menggunakanya. — Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server;

    1. /etc/bind/named.conf.options
    2. /etc/bind/named.conf.local
    3. file forward
    4. file reverse
    5. /etc/resolv.conf

  99. Dengan adanya DNS server,kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama domainnya (www.willy.com) tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut

  100. Kesimpulan saya Domain Name System adalah suatu metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya.

  101. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.pakfaisal.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut. Namun kita harus memahami cara cara nya agar dapat mengkonfigurasi dengan mudah.

  102. Dengan adanya DNS Server, kita bisa mengakses halaman situs dari server Debian tersebut hanya dengan mengakses nama Domain-nya (www.elvianisa.com), tanpa mengingat IP Address dari komputer tersebut.

Leave a Comment