Tutorial Konfigurasi IP Address pada Debian 10

IP Address adalah identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 segmen bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255

Konfigurasi IP Address ada dua cara yaitu static configuration dan obtain automatically, untuk setting otomatis komputer akan mendapatkan IP Address dari DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server. Sedangkan static configuration kita harus seting manual disesuaikan dengan konfigurasi network yang kita pakai. Komputer yang akan digunakan sebagai server sebaiknya menggunakan konfigurasi IP address static. karena IP tidak boleh berubah-ubah ketika di restart seperti halnya konfigurasi otomatis.

Konfigurasi static pada Linux debian masih sama dengan konfigurasi debian sebelumnya, cuma bedanya adalah net-tools tidak disertakan pada paket standar debian 10, sehingga kita harus melakukan instalasi paket net-tools secara manual. Jika ingin menggunakna ifconfig harus install net-tools terlebih dahulu dengan perintah :

apt-get install net-tools

Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.

kemudian ketikan perintah:

nano /etc/network/interface

maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0

Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

/etc/init.d/networking restart

Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

ip a

Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar dibawah !

Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster, semoga tutorial ini dapat membantu. Trimakasih

Kerjakan tugas dibawah ini !

Tuliskan langkah konfigurasi IP Address pada Debian 10!

26 thoughts on “Tutorial Konfigurasi IP Address pada Debian 10”

  1. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    Kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    maka akan muncul editor. Kemudian kita Tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0.
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    Lakukan cek IP dengan perintah berikut.

  2. Konfigurasi IP Address ada dua cara yaitu static configuration dan obtain automatically, untuk setting otomatis komputer akan mendapatkan IP Address dari DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server. Sedangkan static configuration kita harus seting manual disesuaikan dengan konfigurasi network yang kita pakai. Komputer yang akan digunakan sebagai server sebaiknya menggunakan konfigurasi IP address static. karena IP tidak boleh berubah-ubah ketika di restart seperti halnya konfigurasi otomatis.

    Konfigurasi static pada Linux debian masih sama dengan konfigurasi debian sebelumnya, cuma bedanya adalah net-tools tidak disertakan pada paket standar debian 10, sehingga kita harus melakukan instalasi paket net-tools secara manual. Jika ingin menggunakna ifconfig harus install net-tools terlebih dahulu dengan perintah :

    apt-get install net-tools
    Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  3. Debian GNU/Linux debian tty1
    debian login: root
    Password:
    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface
    . Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  4. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.

    kemudian ketikan perintah =nano /etc/network/interface

    Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0.

    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard.

    Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah: /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah= ip a

  5. Debian GNU/Linux debian tty1
    debian login: root
    Password
    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface
    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart
    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  6. kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a
    Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar dibawah !

    Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster,

  7. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a
    Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar dibawah !

    Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster, semoga tutorial ini dapat membantu

  8. IP Address adalah identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 segmen bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255

    Konfigurasi IP Address ada dua cara yaitu static configuration dan obtain automatically, untuk setting otomatis komputer akan mendapatkan IP Address dari DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server. Sedangkan static configuration kita harus seting manual disesuaikan dengan konfigurasi network yang kita pakai. Komputer yang akan digunakan sebagai server sebaiknya menggunakan konfigurasi IP address static. karena IP tidak boleh berubah-ubah ketika di restart seperti halnya konfigurasi otomatis.

  9. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. kemudian ketikan perintah:nano /etc/network/interface Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan. konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !
    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:/etc/init.d/networking restart
    Lakukan cek IP dengan perintah berikut! ip a
    Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster,

  10. 1. Pertama-tama pilih Settings pada virtual machine Debian 10 anda.
    2. Pada menu Network, untuk opsi adapternya kita memilih Host-only Adapter seperti gambar dibawah ini. Alasan kenapa kita menggunakan Host-only Adapter adalah agar lebih mudah untuk mengatur IP address sesuai keinginan kita.
    3. Setelah itu jalankan virtual machine Debian 10 anda kemudian silakan login sebagai root / administrator. Setelah itu edit file interfaces dengan cara menjalankan perintah ini: nano /etc/network/interfaces
    4. Hapus semua baris kode yang ada kemudian edit sampai kurang lebih seperti ini. Disini kita menggunakan IP statis guna mempermudah akses ke masing-masing layanan yang akan kita install nanti seperti web server, dns server, ftp server, samba server ataupun mail server. Disini kita membuat 3 IP address utama diantaranya 192.168.26.1 | 192.168.10.1 | 192.168.100.1.

    Setelah itu simpan pengaturan interfaces dengan cara menekan tombol Ctrl + X kemudian Enter.
    5. Langkah selanjutnya adalah merestart pengaturan interfaces anda dengan menjalankan perintah: service networking restart
    6. Untuk mengecek apakah IP address sudah berubah sesuai yang kita setting, jalankan perintah ifconfig. Seperti pada gambar dibawah ini, IP address sudah terdeteksi dan berhasil diubah.

  11. Debian GNU/Linux debian tty1
    debian login: root
    Password:

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking rest

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  12. Debian GNU/Linux 10 debian tty1
    debian login: root
    Password:

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface
    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart
    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  13. Debian GNU/Linux 10 debian tty1
    debian Login: root
    Password:

    kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a

  14. IP Address adalah identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lain.
    Konfigurasi IP Address ada dua cara yaitu static configuration dan obtain automatically, untuk setting otomatis komputer akan mendapatkan IP Address dari DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server. Sedangkan static configuration kita harus seting manual disesuaikan dengan konfigurasi network yang kita pakai.
    Konfigurasi static pada Linux debian masih sama dengan konfigurasi debian sebelumnya, cuma bedanya adalah net-tools tidak disertakan pada paket standar debian 10,

  15. LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI IP ADDRESS DEBIAN 10
    1. Login menggunakan user root.
    2. Ketikkan perintah:
    nano /etc/network/interfaces
    3. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan. Tambahkan konfigurasi berikut pada bagian paling bawah!
    # The primary network interface
    auto ens33
    iface ens33 inet static
    address 192.168.10.1
    netmask 255.255.255.0
    4. Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    5. Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    ip a
    6. Yang terakhir cek hasil IP address.

  16. 1.Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    2.Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    3.Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    4.Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    5.Lakukan cek IP dengan perintah berikut:
    ip a

  17. Langkah-langkah konfigurasi IP Address pada Debian 10 :
    1. Kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    2. Kemudian ketikan perintah:
    [ nano /etc/network/interface ]
    3. Maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    4. Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0.
    5. Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    6. Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    [ /etc/init.d/networking restart ]
    7. Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    [ ip a ]

  18. LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI IP ADDRESS DEBIAN 10
    1. Login menggunakan user root.
    2. Ketikkan perintah:
    nano /etc/network/interfaces
    3. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan. Tambahkan konfigurasi berikut pada bagian paling bawah!
    # The primary network interface
    auto ens33
    iface ens33 inet static
    address 192.168.10.1
    netmask 255.255.255.0
    4. Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    5. Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    ip a
    6. Yang terakhir hasil cek IP address.

  19. Cara konfigurasi IP Address pada 1.Debian 10 adalah kita harus login 2.menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    3.kemudian ketikan perintah
    4.Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan
    5.Lakukan cek IP dengan perintah berikut
    6.Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar
    Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster

  20. 1.Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita
    2.kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    3.maka akan muncul editor , Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    4.Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !
    5.auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    6.Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    7.Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    8.Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    ip a
    9.Kemudian cek hasil IP address
    10.Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster

  21. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 .
    1. kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    2. kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    3.maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    4. Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !
    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    5. selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    6. selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    7. Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    ip a
    8.Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar .

  22. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a
    Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar dibawah !

  23. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah:
    1.kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    2.kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    3.Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0.
    4.Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    5.Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    6.Lakukan cek IP dengan perintah berikut!
    ip a
    7.Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar dibawah !

  24. Berikut langkah-langkah konfigurasi IP Address pada Debian 10 :

    1. Debian GNU/Linux 10 debian tty1
    debian login : root
    Password :

    2. kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.

    3. Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settingan lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0

    4. Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    5. Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    6. Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    (ip a)

    Demikianlah langkah konfigurasi IP address pada Debian 10 Buster

  25. IP Address adalah identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 segmen bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255

    Konfigurasi IP Address ada dua cara yaitu static configuration dan obtain automatically.

    Jika ingin menggunakna ifconfig harus install net-tools terlebih dahulu dengan perintah :

    apt-get install net-tools
    Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita. Seperti gambar dibawah ini.
    Debian GNU/Linux 10 Debian ttyl
    Debian log in:root
    Password:

    kemudian ketikan perintah:

    nano /etc/network/interface

    maka akan muncul editor seperti gambar dibawah. Kemudian kita tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    Pada baris yang digaris merah, konfigurasi IP address menggunakan static. IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0. Untuk settinga lebih lengkap lihat code dibawah ini !

    auto enp0s3
    iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.1
    netmask 255.255.255.0
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.

    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:

    /etc/init.d/networking restart

    Lakukan cek IP dengan perintah berikut!

    ip a
    Hasil cek IP address dapat dilihat pada gambar

  26. Cara konfigurasi IP Address pada Debian 10 adalah kita harus login menggunakan super user (Root) pada debian kita.
    Kemudian ketikan perintah:
    nano /etc/network/interface
    maka akan muncul editor. Kemudian kita Tuliskan IP address sesuai yang kita inginkan.
    IP address yang dipakai adalah 192.168.100.1. Sedangkan Subnet Mask yang dipakai adalah 255.255.255.0.
    Setelah selesai melakukan editing, simpan dengan perintah CTRL + O, Kemudian tekan ENTER pada keyboard. Untuk exit dari editor, tekan CTRL + X.
    Langkah selanjutnya resert jaringan pada debian kita dengan perintah:
    /etc/init.d/networking restart
    Lakukan cek IP dengan perintah berikut.

Leave a Comment